Strategi, Perencanaan Ekonomi, dan Peta Perekonomian Pulau Jawa
Peta Perekonomian di Provinsi Pulau Jawa
Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi (PDB/Produk Domestik Bruto) dibandingkan pulau lainnya di Indonesia di kuartal III-2010.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis mengatakan, “Kontribusi pulau terhadap PDB Indonesia di kuartal III-2010, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar dengan menyumbang 57,62 persen terhadap PDB.” Jakarta, (5/11/2010).
Di urutan kedua ditempati Pulau Sumatera tumbuh 23,73 persen, Pulau Kalimantan tumbuh 9,21 persen, Pulau Sulawesi tumbuh 4,59 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 2,79 persen, serta Pulau Maluku dan Papua tumbuh 2,06 persen.
Selain itu, BPS juga mencatat kontribusi pertanian dan perkebunan terhadap konsumsi dalam negeri berdasarkan provinsi, di mana perkebunan kelapa sawit masih disumbang oleh tiga provinsi yakni Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Adapun untuk kopi masih disumbang oleh Sumatera Selatan, dan tebu oleh provinsi Jawa Timur.
“Sedangkan untuk provinsi Jawa Timur masih menyumbang pertanian dan perkebunan terhadap konsumsi dalam negeri dengan menyumbang buah-buahan dan sayur-mayuran. Untuk padi dan jagung masih disumbang dari provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Sedangkan untuk produk non-pertanian dan perkebunan seperti batu bara masih disumbang oleh provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Emas oleh Papua dan Tembaga oleh Nusa Tenggara Barat dan Papua,” tutupnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis mengatakan, “Kontribusi pulau terhadap PDB Indonesia di kuartal III-2010, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar dengan menyumbang 57,62 persen terhadap PDB.” Jakarta, (5/11/2010).
Di urutan kedua ditempati Pulau Sumatera tumbuh 23,73 persen, Pulau Kalimantan tumbuh 9,21 persen, Pulau Sulawesi tumbuh 4,59 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 2,79 persen, serta Pulau Maluku dan Papua tumbuh 2,06 persen.
Selain itu, BPS juga mencatat kontribusi pertanian dan perkebunan terhadap konsumsi dalam negeri berdasarkan provinsi, di mana perkebunan kelapa sawit masih disumbang oleh tiga provinsi yakni Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Adapun untuk kopi masih disumbang oleh Sumatera Selatan, dan tebu oleh provinsi Jawa Timur.
“Sedangkan untuk provinsi Jawa Timur masih menyumbang pertanian dan perkebunan terhadap konsumsi dalam negeri dengan menyumbang buah-buahan dan sayur-mayuran. Untuk padi dan jagung masih disumbang dari provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Sedangkan untuk produk non-pertanian dan perkebunan seperti batu bara masih disumbang oleh provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Emas oleh Papua dan Tembaga oleh Nusa Tenggara Barat dan Papua,” tutupnya.
Seperti halnya pulau jawa, salah satu pulau terbesar di Indonesia ini terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu: Jawa tengah, Jawa barat dan Jawa timur. Walau berada dalam 1 pulau, masing-masing wilayah tersebut memiliki mata pencaharian yang berbeda sebagai investasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
1. Jawa tengah
Jumlah penduduk sekitar 32.380.687 jiwa, terdiri dari 16.081.140 laki-laki dan 16.299.547 perempuan, dengan persentase pertumbuhan penduduk sebesar 0,67% pertahun.
Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa tengah. Dimana hampir separuh dari jumlah angkatan kerja terserap di sektor pertanian.
Dari jumlah penduduk, 47% diantaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencahariannya adalah pertanian (42.34%), diikuti perdagangan (20,91%), industri (15,71%) dan jasa (10,98).
2. Jawa Barat
Jumlah penduduk sekitar 37.548.565 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2,14% pertahun.
Jawa barat memiliki tenaga pekerja berpendidikan sebanyak 15,7juta jiwa atau 18% dari jumlah nasional.
Sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor jasa (29%)
Provinsi ini menyumbang hampir 1/4 dari nilai total hasil produksi Indonesia di sektor non migas, Ekspor utama tekstil sekitar 55,45% dari total ekspor Jawa barat.
3. Jawa timur
Dengan luas wilayah 47.922 km² Jawa timur memiliki jumlah penduduk sebesar 37.070.731 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan 0,59% pertahun.
Kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Surabaya yang merupakan ibukota provinsi. Mata pencaharian masyarakat Jawa timur umumnya di bidang Perindustrian, Pertambangan dan Energi.
Jawa timur dikenal sebagai pusat kawasan timur Indonesia dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni 14,85% terhadap produk domestik bruto nasional.
Jawa timur memiliki sejumlah industri besar, diantaranya adalah galangan pembuatan kapal terbesar, Industri kereta api, pabrik kertas serta pabrik rokok.
1. Jawa tengah
Jumlah penduduk sekitar 32.380.687 jiwa, terdiri dari 16.081.140 laki-laki dan 16.299.547 perempuan, dengan persentase pertumbuhan penduduk sebesar 0,67% pertahun.
Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa tengah. Dimana hampir separuh dari jumlah angkatan kerja terserap di sektor pertanian.
Dari jumlah penduduk, 47% diantaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencahariannya adalah pertanian (42.34%), diikuti perdagangan (20,91%), industri (15,71%) dan jasa (10,98).
2. Jawa Barat
Jumlah penduduk sekitar 37.548.565 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2,14% pertahun.
Jawa barat memiliki tenaga pekerja berpendidikan sebanyak 15,7juta jiwa atau 18% dari jumlah nasional.
Sebagian besar bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan (31%), pada industri manufaktur (17%), perdagangan, hotel dan restoran (22,5%) dan sektor jasa (29%)
Provinsi ini menyumbang hampir 1/4 dari nilai total hasil produksi Indonesia di sektor non migas, Ekspor utama tekstil sekitar 55,45% dari total ekspor Jawa barat.
3. Jawa timur
Dengan luas wilayah 47.922 km² Jawa timur memiliki jumlah penduduk sebesar 37.070.731 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan 0,59% pertahun.
Kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Surabaya yang merupakan ibukota provinsi. Mata pencaharian masyarakat Jawa timur umumnya di bidang Perindustrian, Pertambangan dan Energi.
Jawa timur dikenal sebagai pusat kawasan timur Indonesia dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni 14,85% terhadap produk domestik bruto nasional.
Jawa timur memiliki sejumlah industri besar, diantaranya adalah galangan pembuatan kapal terbesar, Industri kereta api, pabrik kertas serta pabrik rokok.
Agar lebih memperjelas tentang keadaan peta perekonomian daerah di Pulau Jawa, maka saya mengambil contoh Kota Semarang mengenai pariwisata, kependudukan, letak geografis, dan mata pencahariannya.
Berdasarkan letak geografinya, Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutankota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, dan Banyumanik.
Jumlah penduduk di Kota Semarang pada tahun 2008 adalah 1.483.654 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,99 %, terdiri dari736.620 ( 49,66 %) laki-laki dan 747.034 ( 50,34 %) perempuan.Berdasarkan mata pencahariannya hanya 46.014 orang atau 3,09 % dari penduduk Kota Semarang yang bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani sendiri ( 26.494 orang) maupun sebagai buruh tani (18.992 orang).
Berdasarkan kependudukannya Penduduk Semarang umumnya adalah suku jawa dan menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.
Berdasarkan pariwisatanya,
Berdasarkan letak geografinya, Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutankota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, dan Banyumanik.
Jumlah penduduk di Kota Semarang pada tahun 2008 adalah 1.483.654 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,99 %, terdiri dari736.620 ( 49,66 %) laki-laki dan 747.034 ( 50,34 %) perempuan.Berdasarkan mata pencahariannya hanya 46.014 orang atau 3,09 % dari penduduk Kota Semarang yang bekerja di sektor pertanian baik sebagai petani sendiri ( 26.494 orang) maupun sebagai buruh tani (18.992 orang).
Berdasarkan kependudukannya Penduduk Semarang umumnya adalah suku jawa dan menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.
Berdasarkan pariwisatanya,
· Semarang memiliki Pantai yang indah Pantai Marina dan pantai Maron untuk rekreasi keluarga, dan juga wisata alam Goa Kreo yang setiap setiap tanggal 3 Syawal diadakan upacara Sesaji Rewanda.
· Semarang memiliki seni budaya warak ngendhog dan dhugdheran yang diadakan menjelang datangnya bulan ramadhan.
· Semarang memiliki brand wisata Semarang Pesona Asia, proyek ambisius yang gagal (yang dimulai pada pertengahan 2007)
· Semarang memiliki kota tua Little Netherland yang mencakup kawasan Polder Tawang, Gereja Blenduk, Stasiun Semarang Tawang, Jembatan Berok, Pasar Johar dan Lawang Sewu.
· Komunitas Tionghoa di Semarang, melalui perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata), mengadakan Waroeng Semawis, yakni arena wisata kuliner yang menjual berbagai makanan & oleh-oleh khas Semarang, di daerah pecinan Semarang (daerah Gang Pinggir) setiap akhir minggu (Jumat – Minggu) dan hari libur nasional. Kopi Semawis juga rutin menggelar Pasar Imlek Semawis selama beberapa hari setiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan Semarang.
· Shopping center di Semarang antara lain:
1. Ciputra Mall di kawasan Simpang Lima
2. Simpang Lima Plaza di kawasan Simpang Lima
3. Java Supermall di kawasan Jomblang, Jalan MT. Haryono dengan Hypermart dan Matahari sebagai anchor tenant.
4. Sri Ratu Dept. Store di Jalan Pemuda dan kawasan Peterongan, Jalan MT. Haryono.
5. Ramayana Dept. Store di kawasan Simpang Lima. (tutup Januari 2010)
6. ADA Dept. Store Siliwangi, Majapahit, Setiabudi dan Fatmawati.
7. DP Mall dengan Carrefour-nya yang terletak di Jalan Pemuda.
8. Paragon City dengan hotel di atasnya, berbentuk kapal, dan mal terbesar di Semarang yang terletak di Jalan Pemuda.
· Hotel berbintang yang terkenal di Semarang adalah Grand Candi, Ciputra, Horison, Santika Premiere (dahulu Graha Santika), Patra Jasa, Novotel, Gumaya, Ibis, Grasia, Santika.
· Semarang juga memiliki gereja peninggalan Hindia-Belanda, yaitu Gereja Blenduk.
Berdasarkan mata pencahariannya, penduduk di Kabupaten Semarang pada umumnya masih bekerja di bidang pertanian, hal ini sesuai dengan potensi wilayah Kabupaten Semarang sebagian besar masih merupakan lahan pertanian.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar