Minggu, 05 Oktober 2014

Indonesia Gagal Capai Target Masuk 10 Besar di Asian Games 2014 Kenapa ?

Asian Games 2014 by Official FB
Asian Games 2014 by Official FB

INCHEON,BB - Inilah daftar perolehan medali (Medals Tally Table) dan klasemen akhir Asian Games 2014 di Incheon Korea Selatan. Kontingen Indonesia memperoleh 4 medali emas 5 perak dan 11 perunggu.
Pada klasemen akhir, Indonesia berada di posisi 17 dengan total raihan 20 medali. Empat medali emas dipersembahkan oleh Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari cabang bulutangkis. Pasangan Ahsan/ Hendra juga merebut emas cabang Bulutangkis, Ganda Putra. Kemudian Maria Natalia Londa, cabang Lompat Jauh Putri dan Wasni Juwita Niza, Wushu.
China atau Tiongkok mendapat hasil akhir perolehan medali terbanyak. China mengoleksi 151 emas. Disusul Korsel dengan 79 emas. Kemudian posisi tiga direbut Jepang dengan 47 poin. Berikut hasil akhir dan daftar perolehan medali Asian Games 2014.

Medali Emas:
1. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari cabang bulutangkis
2. Ahsan/ Hendra cabang Bulutangkis
3. Maria Natalia Londa, cabang Lompat Jauh Putri
4. Wasni Juwita Niza, Wushu
Medali Perak:
1. Sri Wahyuni Agustiani , Angkat Besi
2. Lindswell Kwok,Wushu
3. Lilyana/Tontowi, Ganda Campuran Bulutangkis
4. Edi Kusdaryanto, Tenis Lapangan Putra
5. Fidelys Lolobua, Karate
Perunggu:
1. Eko Yuli Irawan,Angkat besi
2. Larasati Iris Rischka Gading, Berkuda
3. Dayung (rowing)
4. Hardy Rachmadian & Muhammad Islam Billy, Bowling Ganda Putra
5. Sepak Takraw Putra
6. Sepak Takraw Putri
7. Ganda Campuran Bulutangkis, Praveen/Debby
8. Ganda Putra Bulutangkis
9. Rowing
10. Wushu
11. Tennis

Ulasan :
Baru saja kita melewati satu event olahraga terbesar di benua asia, Asian Games yang diselenggarakan di Incheon, Korea selatan. Jika kita mereview perkembangan dunia olahraga di negeri kita Indonesia. Sepertinya kondisi pasang-surut prestasi terus masih berlanjut sampai hari ini. Hal itu terbukti dengan gagalnya target bangsa kita dalam event olahraga tersebut untuk menembus peringkat 10 Besar dan hanya sanggup berada diposisi 17 dari seluruh negara peserta di asia yang mengikuti pesta olahraga tersebut. Apa kendalanya sampai saat ini ? itu merupakan "pekerjaan rumah" yang masih belum dapat diselesaikan sampai saat ini. 
Dengan potensi sumber daya yang berkualitas dan besarnya angka pertumbuhan penduduk yang kita miliki sampai saat ini,  seharusnya semua hal tersebut bisa menjadi nilai lebih bagi kita untuk dapat lebih berprestasi lagi di asia, khususnya dalam bidang olahraga. Sepertinya para pemimpin negera kita sekarang ini harus sudah mulai lebih bekerja keras untuk membenahi setiap kelemahan-kelemahan yang ada dalam organisasi olahraga yang ada di negara kita, agar kedepan para pejuang kita dapat berbuat lebih untuk mengharumkan nama bangsa, yang salah satunya adalah didalam bidang olahraga. 
Menurut Tono, pemerintah tidak memberikan dana yang cukup untuk melakukan  persiapan mengikuti even terbesar dan paling bergengsi  di kawasan Asia tersebut.
“Coba bayangkan, untuk peralatan saja hingga hari H belum turun, lalu bagaimana atlet bisa tampil maksimal di Asian Games ,” ujar Tono Suratman usai mengikuti pelantikan, Raja Pane sebagai pengelola GBK, di kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.
Tono juga mengakui banyak program prima yang tidak bisa berjalan akibat keterbatasan dana. Seperti, minimnya cabang olahraga mengikuti try out keluar negeri. Padahal, program ini sangat penting untuk mengukur kemampuan dan menambah pengalaman  atlet sebelum  berlaga di Asian Games, Inchoen.
“Ibarat kita mau membuat kopi, tapi kopi dan gulanya tidak ada, apakah kita  bisa membuat kopi yang enak. Karena itu, kami berharap agar pemerintah ke depan  agar lebih serius lagi memperhatikan olahraga di Tanah Air,” ujar Tono.








Minggu, 13 Oktober 2013

MatKul: Etika Profesi Akuntansi
Nama  : Rakel Victora
Kelas   : 4EB16

NPM    : 25210601


Sejarah Perkembangan Etika profesi Akuntansi

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Akuntan Publik adalah seorang praktisi dan gelar profesional yang diberikan kepada akuntan di Indonesia yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan RI untuk memberikan jasa audit umum dan review atas laporan keuangan, audit kinerja dan audit khusus serta jasa dalam bidang non-atestasi lainnya seperti jasa konsultasi, jasa kompilasi, dan jasa-jasa lainnya yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.Ketentuan mengenai praktek Akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954 yang mensyaratkan bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya dari perguruan tinggi dan telah terdaftar pada Departemen keuangan R.I. Kode Etika Profesi Akuntansi Kode Etik Akuntan dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik.

Perkembangan profesi dunia akuntansi semakin jelas sesuai dengan perjalanan zaman menurut keadaan atau situasi pada masa itu ,dengan etika profesi akuntansi yang dapat digolongkan menjadi  4 bagian dalam setiap kurun waktu.
 
1. Pra Revolusi Industri

Sebelum revolusi industri, profesi akuntan belum dikenal secara resmi di Amerika ataupun di Inggris. Namun terdapat beberapa fungsi dalam manajemen perusahaan yang dapat disamakan dengan fungsi pemeriksaan.

Misalnya di zaman dahulu dikenal adanya dua juru tulis yang bekerja terpisah dan independen. Mereka bekerja untuk menyakinkan bahwa peraturan tidak dilanggar dan merupakan dasar untuk menilai pertanggungjawaban pegawainya atas penyajian laporan keuangan.
Hasil kerja kedua juru tulis ini kemudian dibandingkan, dari hasil perbandingan tersebut jelas sudah terdapat fungsi audit dimana pemeriksaan dilakukan 100%. Tujuan audit pada masa ini adalah untuk membuat dasar pertanggungjawaban dan pencarian kemungkinan terjadinya penyelewengan. Pemakai jasa audit pada masa ini adalah hanya pemilik dana.

2. Masa Revolusi Industri Tahun 1900

Sebagaimana pada periode sebelumnya pendekatan audit masih bersifat 100% dan fungsinya untuk menemukan kesalahan dan penyelewengan yang terjadi. Namun karena munculnya perkembangan ekonomi setelah revolusi industri yang banyak melibatkan modal, faktor produksi, serta organisasi maka kegiatan produksi menjadi bersifat massal.
Sistem akuntansi dan pembukuan pada masa ini semakin rapi. Pemisahan antara hak dan tanggung jawab manajer dengan pemilik semakin kentara dan pemilik umumnya tidak banyak terlibat lagi dalam kegiatan bisnis sehari-hari dan muncullah kepentingan terhadap pemeriksaan yang mulai mengenal pengujian untuk mendeteksi kemungkinan penyelewengan.
Umumnya pihak yang ditunjuk adalah pihak yang bebas dari pengaruh kedua belah pihak yaitu pihak ketiga atau sekarang dikenal dengan sebutan auditor eksternal. Kepentingan akan pemeriksaan pada masa ini adalah pemilik dan kreditur.
Secara resmi di Inggris telah dikeluarkan undang-undang Perusahaan tahun 1882, dalam peraturan ini diperlukan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksan independen untuk perusahaan yang menjual saham. Inilah asal mula profesi akuntan secara resmi 

3. Masa revolusi Tahun 1900 – 1930

Sejak tahun 1900 mulai muncul perusahaan-perusahaan besar baru dan pihak-pihak lain yang mempunyai kaitan kepentingan terhadap perusahaan tersebut. Keadaan ini menimbulkan perubahan dalam pelaksanaan tujuan audit. Pelaksanaan audit mulai menggunakan pemeriksaan secara testing/ pengujian karena semakin baiknya sistem akuntansi/ administrasi pembukuan perusahaan, dan tujuan audit bukan hanya untuk menemukan penyelewengan terhadap kebenaran laporan Neraca dan laporan Laba Rugi tetapi juga untuk menentukan kewajaran laporan keuangan.
Pada masa ini yang membutuhkan jasa pemeriksaan bukan hanya pemilik dan kreditor, tetapi juga pemerintah dalam menentukan besarnya pajak.

4. Tahun 1930 – Sekarang

Sejak tahun 1930 perkembangan bisnis terus merajalela, demikian juga perkembangan sistem akuntansi yang menerapkan sistem pengawasan intern yang baik. Pelaksanaan auditpun menjadi berubah dari pengujian dengan persentase yang masih tinggi menjadi persentase yang lebih kecil (sistem statistik sampling). Tujuan auditpun bukan lagi menyatakan kebenaran tetapi menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan yang terdiri dari Neraca dan Laba Rugi serta Laporan Perubahan Dana. Yang membutuhkan laporan akuntanpun menjadi bertambah yaitu: pemilik, kreditor, pemerintah, serikat buruh, konsumen, dan kelompok-kelompok lainnya seperti peneliti, akademisi dan lain-lain.

Peran besar akuntan dalam dunia usaha sangat membantu pihak yang membutuhkan laporan keuangan perusahaan dalam menilai keadaan perusahaan tersebut. Hal ini menyebabkan pemerintah AS mengeluarkan hukum tentang perusahaan Amerika yang menyatakan bahwa setiap perusahaan terbuka Amerika harus diperiksa pembukuannya oleh auditor independen dari Certified Public Accounting Firm (kantor akuntan bersertifikat).
Namun pada tahun 2001 dunia akuntan dikejutkan dengan berita terungkapnya kondisi keuangan Enron Co. yang dilaporkannya yang terutama didukung oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif. Para analis pasar mengira bahwa sukses kinerja keuangan Enron di masa lalu hanyalah hasil rekayasa keuangan Andersen sebagai auditornya.
Kepercayaan terhadap akuntan mulai merosot tajam pada awal tahun 2002, hal ini membuat dampak yang sangat besar terhadap kantor akuntan lain. Untuk mencegah hal yang lebih parah, pemerintah AS pada saat itu segera mengevaluasi hampir semua kantor akuntan termasuk “the big four auditors”. Walaupun masih mendapat cacian dari berbagai kalangan, para akuntan berusaha untuk memulihkan nama mereka, salah satu caranya adalah dengan mematuhi kode etik akuntan.


Selasa, 26 Maret 2013

MY ACTIVITY





My Activty

My name Rakel Victora 
almost every day I get up every morning at 6:30 am.
I go to work at 7.45am every morning. because my house is very close to my office. I worked in the medical equipment. in my work I always check my emails when I get to work, but I don't always reply to them immediately. When I am at my desk I usually work on the computer and sometimes I go out of the office to take care of a few things. When you are in the office you probably have a lot of papers. It is important for you to file your papers, and so that you can find them again you need to organise your files. If an important issue happens I ask my co-worker to organise a meeting. Once a month I report to my boss, but maybe you have to report to your boss more often. I usually write a document that my boss can read. At 12.00 pm most days I have lunch. after lunch, I went back to my work and finish it until the time comes to go home at 5 pm. and i'm happy to be working in my office right now

after I finished working with my work, and I continue my activities for college in the evenings at the University Gunadarma until 9 pm
and finally I can say,
I love to have family, friends who have always supported me in all my activities

thank you :)

Selasa, 20 November 2012

Ekonomi



Upah Kota Tangerang Rp 2,2 Juta Per Bulan

Penulis : Pingkan E Dundu | Selasa, 20 November 2012 | 22:32 WIB

Upah Kota Tangerang Rp 2,2 Juta Per Bulan


TANGERANG, KOMPAS.com — Setelah melalui perdebatan yang hebat, Dewan Pengupahan Kota Tangerang merekomendasikan upah minimum Kota Tangerang, Selasa (20/11/2012) malam ini. Nilai yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara serikat buruh dan dinas tenaga kerja sebesar Rp 2.203.000 per bulan.
"Surat rekomendasi itu sudah ditandatangani malam ini. Namun, tidak ditandatangani unsur Apindo," kata juru bicara KASBI Kota Tangerang, Sunarno, kepadaKompas, Selasa malam.
Rekomendasi ini akan diberikan kepada Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.
Setelah ditandatangani, kata Sunarno, rekomendasi ini selanjutnya langsung diserahkan kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, untuk ditetapkan.
"Kami seluruh serikat buruh dan serikat pekerja akan mengawal proses ini," kata Sunarno.


Pandangan saya : dalam setiap keputusan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan upah minimum suatu daerah, pasti akan ada dampak positif dan negatifnya. 
mungkin jika benar upah minimum kota Tanggerang menjadi Rp 2.203.000 per bulan, hal ini akan berdampak positif dan disambut dengan gembira oleh para pekerja buruh yang ada.
Namun bagaimana dengan para pengusaha ?
Sebaiknya, hendaklah kita memikirkan dengan bijak setiap keputusan yang ada, agar tidak menjadi merasa dirugikan salah satu pihak yang ada. 
Pastinya jika kedua pihak baik buruh dan pengusaha menyetujui hal tersebut, pastinya perekonomian kita pun, akan berdampak positif.