Pantaskah
Ekonomi RI Disejajarkan dengan China dan India?
New York - Saat ini ada 4
negara yang ekonominya menjadi motor penggerak dunia, di luar negara-negara
maju yang terhantam krisis. Negara itu adalah Brasil, Rusia, India, dan China
(BRIC). Apakah saat ini Indonesia bisa jadi anggota baru BRIC?
Media CNN menyatakan, Indonesia harusnya masuk ke dalam anggota kelima BRIC. Ekonomi Indonesia dinilai sebagai salah satu yang tumbuh paling cepat di dunia, didorong oleh pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan kuatnya konsumsi atau daya beli dalam negeri.
Brasil, Rusia, India, dan China saat ini merupakan negara emerging market 'terpanas' di dunia, sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dunia di luar negara-negara maju yang ada.
"Tingkat konsumsi di Indonesia terus meningkat, makin banyak masyarakat yang menggunakan sabun dan deterjen mahal. Kami melihat,peningkatan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia merefeksikan kenaikan pendapatan masyarakatnya," ujar seorang manajer investasi yaitu Bharat Joshi dikutip dari CNN, Selasa (16/10/2012).
Ekonomi Indonesia sempat tertimpa krisis hebat pada akhir 1990-an saat terjadinya krisis keuangan di Asia.
Para analis menyatakan, pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia menjadi bantalan penahan krisis yang menimpa negara-negara lain. Indonesia tidak begitu bergantung pada ekspor, karena banyaknya jumlah masyarakat.
Pemerintah Indonesia juga dinilai pandai menahan laju inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu 6% per tahun dalam beberapa tahun terakhir ini.
McKinsey & Co. memperdiksikan, Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia, dan akan ada tambahan 90 juta masyarakat kelas menengah di 2030. Saat ini, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia mencapai 45 juta, dan Indonesia menduduki peringkat 16 dari segi skala ekonomi di dunia.
Meski begitu, tetap masih ada risiko di Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Indonesia masih perlu melakukan pembenahan untuk menarik modal lebih besar ke dalam negeri, terutama untuk perusahaan yang terdaftar di bursa saham.
Media CNN menyatakan, Indonesia harusnya masuk ke dalam anggota kelima BRIC. Ekonomi Indonesia dinilai sebagai salah satu yang tumbuh paling cepat di dunia, didorong oleh pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan kuatnya konsumsi atau daya beli dalam negeri.
Brasil, Rusia, India, dan China saat ini merupakan negara emerging market 'terpanas' di dunia, sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dunia di luar negara-negara maju yang ada.
"Tingkat konsumsi di Indonesia terus meningkat, makin banyak masyarakat yang menggunakan sabun dan deterjen mahal. Kami melihat,peningkatan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia merefeksikan kenaikan pendapatan masyarakatnya," ujar seorang manajer investasi yaitu Bharat Joshi dikutip dari CNN, Selasa (16/10/2012).
Ekonomi Indonesia sempat tertimpa krisis hebat pada akhir 1990-an saat terjadinya krisis keuangan di Asia.
Para analis menyatakan, pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia menjadi bantalan penahan krisis yang menimpa negara-negara lain. Indonesia tidak begitu bergantung pada ekspor, karena banyaknya jumlah masyarakat.
Pemerintah Indonesia juga dinilai pandai menahan laju inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu 6% per tahun dalam beberapa tahun terakhir ini.
McKinsey & Co. memperdiksikan, Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia, dan akan ada tambahan 90 juta masyarakat kelas menengah di 2030. Saat ini, jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia mencapai 45 juta, dan Indonesia menduduki peringkat 16 dari segi skala ekonomi di dunia.
Meski begitu, tetap masih ada risiko di Indonesia. Perusahaan-perusahaan di Indonesia masih perlu melakukan pembenahan untuk menarik modal lebih besar ke dalam negeri, terutama untuk perusahaan yang terdaftar di bursa saham.
Pandangan Saya :
Menurut saya jika dilihat
dari perkembangan perekonomian Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, memang
negara ini sudah menunjukan peingkatan baik pandapatan dan perkembangan dari
investor – investor asing yang cukup memuaskan. Namun hal itu saja tidak cukup
untuk menjadikan negara Indonesia sebagai “ motor” perekonomian untuk negara –
negara lain, dikarenakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan
oleh negara ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar