CIMB Niaga Raup Laba Bersih Rp 3,1 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan laba bersih hingga kuartal III-2012 sebesar Rp 3,1 triliun, naik 30 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp 2,38 triliun. Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan operasional.
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid menjelaskan, pendapatan operasional perseroan naik 25 persen dari Rp 7,65 triliun menjadi Rp 9,59 triliun. "Bisnis Corporate, Commercial, dan Treasury turut memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan operasional CIMB Niaga," kata Arwin di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Menurut Arwin, kondisi perbaikan ekonomi juga turut meningkatkan pertumbuhan kinerja perseroan. Di sisi intermediasi, perseroan mencatatkan kenaikan 14 persen dari Rp 121,7 triliun menjadi Rp 138,9 triliun. Kredit tersebut dikontribusikan dari kredit komersial termasuk syariah Rp 59,12 triliun, kredit konsumer Rp 38,95 triliun, dan kredit korporasi Rp 40,84 triliun. Masing-masing kredit tersebut naik 28 persen, 7 persen, dan 5 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Kredit personal loan juga naik signifikan hingga 325 persen menjadi Rp 851 miliar. Bisnis micro financejuga naik 97 persen menjadi Rp 1,93 triliun. "Ini sekaligus menunjukkan komitmen CIMB Niaga untuk terus mendukung sektor usaha mikro dan kecil (UMK) sebagai bagian dari pertumbuhan perekonomian Indonesia," ungkap Arwin.
Di sisi syariah, unit usaha syariah CIMB Niaga mencatatkan pembiayaan naik 117 persen menjadi Rp 6,13 triliun. "Pemberlakuan aturan loan to value (LTV) ke perbankan konvensional sedikit banyak turut memberikan kontribusi atas pertumbuhan pembiayaan syariah tersebut," tambahnya.
Selain itu, bisnis gadai (rahn) juga berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan 174 persen year on year menjadi sebesar Rp 85,68 miliar melalui 77 outlet yang dimiliki.
Adapun dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan kenaikan 16 persen menjadi Rp 146,18 triliun. Adapun dana murahnya naik 19 persen menjadi Rp 62,49 triliun. Sementara rasio keuangan lainnya ialah ROA 3,19 persen, ROE 20,98 persen, dan NPL gross 2,41 persen.
Pandangan saya : disebutkan bahwa perbaikan ekonomi secara nasional memberikan dampak yang positif bagi para pelaku usaha tidak terkecuali di dunia perbankan. sacara global seharusnya pemerintah memperhatikan secara khusus lebih lagi perekonomian negara kita secara global. karna saya sangat percaya jika perekonomian negara kita baik, pasti semua yang ada didalamnya pasti akan menjadi lebih baik, termasuk kita sebagai masyarakat.
Penulis : Didik Purwanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar