Asian Games 2014 by Official FB
INCHEON,BB - Inilah daftar perolehan medali (Medals Tally Table) dan klasemen akhir Asian Games 2014 di Incheon Korea Selatan. Kontingen Indonesia memperoleh 4 medali emas 5 perak dan 11 perunggu.
Pada klasemen akhir, Indonesia berada di posisi 17 dengan total raihan 20 medali. Empat medali emas dipersembahkan oleh Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari cabang bulutangkis. Pasangan Ahsan/ Hendra juga merebut emas cabang Bulutangkis, Ganda Putra. Kemudian Maria Natalia Londa, cabang Lompat Jauh Putri dan Wasni Juwita Niza, Wushu.
China atau Tiongkok mendapat hasil akhir perolehan medali terbanyak. China mengoleksi 151 emas. Disusul Korsel dengan 79 emas. Kemudian posisi tiga direbut Jepang dengan 47 poin. Berikut hasil akhir dan daftar perolehan medali Asian Games 2014.
Medali Emas:
1. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari cabang bulutangkis
2. Ahsan/ Hendra cabang Bulutangkis
3. Maria Natalia Londa, cabang Lompat Jauh Putri
4. Wasni Juwita Niza, Wushu
Medali Perak:
1. Sri Wahyuni Agustiani , Angkat Besi
2. Lindswell Kwok,Wushu
3. Lilyana/Tontowi, Ganda Campuran Bulutangkis
4. Edi Kusdaryanto, Tenis Lapangan Putra
5. Fidelys Lolobua, Karate
Perunggu:
1. Eko Yuli Irawan,Angkat besi
2. Larasati Iris Rischka Gading, Berkuda
3. Dayung (rowing)
4. Hardy Rachmadian & Muhammad Islam Billy, Bowling Ganda Putra
5. Sepak Takraw Putra
6. Sepak Takraw Putri
7. Ganda Campuran Bulutangkis, Praveen/Debby
8. Ganda Putra Bulutangkis
9. Rowing
10. Wushu
11. Tennis
1. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari cabang bulutangkis
2. Ahsan/ Hendra cabang Bulutangkis
3. Maria Natalia Londa, cabang Lompat Jauh Putri
4. Wasni Juwita Niza, Wushu
Medali Perak:
1. Sri Wahyuni Agustiani , Angkat Besi
2. Lindswell Kwok,Wushu
3. Lilyana/Tontowi, Ganda Campuran Bulutangkis
4. Edi Kusdaryanto, Tenis Lapangan Putra
5. Fidelys Lolobua, Karate
Perunggu:
1. Eko Yuli Irawan,Angkat besi
2. Larasati Iris Rischka Gading, Berkuda
3. Dayung (rowing)
4. Hardy Rachmadian & Muhammad Islam Billy, Bowling Ganda Putra
5. Sepak Takraw Putra
6. Sepak Takraw Putri
7. Ganda Campuran Bulutangkis, Praveen/Debby
8. Ganda Putra Bulutangkis
9. Rowing
10. Wushu
11. Tennis
Ulasan :
Baru saja kita melewati satu event olahraga terbesar di benua asia, Asian Games yang diselenggarakan di Incheon, Korea selatan. Jika kita mereview perkembangan dunia olahraga di negeri kita Indonesia. Sepertinya kondisi pasang-surut prestasi terus masih berlanjut sampai hari ini. Hal itu terbukti dengan gagalnya target bangsa kita dalam event olahraga tersebut untuk menembus peringkat 10 Besar dan hanya sanggup berada diposisi 17 dari seluruh negara peserta di asia yang mengikuti pesta olahraga tersebut. Apa kendalanya sampai saat ini ? itu merupakan "pekerjaan rumah" yang masih belum dapat diselesaikan sampai saat ini.
Dengan potensi sumber daya yang berkualitas dan besarnya angka pertumbuhan penduduk yang kita miliki sampai saat ini, seharusnya semua hal tersebut bisa menjadi nilai lebih bagi kita untuk dapat lebih berprestasi lagi di asia, khususnya dalam bidang olahraga. Sepertinya para pemimpin negera kita sekarang ini harus sudah mulai lebih bekerja keras untuk membenahi setiap kelemahan-kelemahan yang ada dalam organisasi olahraga yang ada di negara kita, agar kedepan para pejuang kita dapat berbuat lebih untuk mengharumkan nama bangsa, yang salah satunya adalah didalam bidang olahraga.
Menurut Tono, pemerintah tidak memberikan dana yang cukup untuk melakukan persiapan mengikuti even terbesar dan paling bergengsi di kawasan Asia tersebut.
“Coba bayangkan, untuk peralatan saja hingga hari H belum turun, lalu bagaimana atlet bisa tampil maksimal di Asian Games ,” ujar Tono Suratman usai mengikuti pelantikan, Raja Pane sebagai pengelola GBK, di kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.
Tono juga mengakui banyak program prima yang tidak bisa berjalan akibat keterbatasan dana. Seperti, minimnya cabang olahraga mengikuti try out keluar negeri. Padahal, program ini sangat penting untuk mengukur kemampuan dan menambah pengalaman atlet sebelum berlaga di Asian Games, Inchoen.
“Ibarat kita mau membuat kopi, tapi kopi dan gulanya tidak ada, apakah kita bisa membuat kopi yang enak. Karena itu, kami berharap agar pemerintah ke depan agar lebih serius lagi memperhatikan olahraga di Tanah Air,” ujar Tono.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar